Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Daerah · 28 Agu 2026 19:28 WITA

Embung dan Pompa Jadi Andalan, Petani Lagading Sukses Panen 11,3 Ton dari Sawah Tadah Hujan


 Embung dan Pompa Jadi Andalan, Petani Lagading Sukses Panen 11,3 Ton dari Sawah Tadah Hujan Perbesar

SIDRAP — Embung dan pompa air menjadi andalan Muslimin Kelle (39) untuk menjaga sawah tadah hujannya tetap produktif di tengah musim kemarau.

 

Berkat pengelolaan air tersebut, petani di Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berhasil memanen 11,346 ton gabah pada Musim Tanam (MT) II 2026.

 

Muslimin menggarap lahan seluas 145,85 are atau sekitar 1,46 hektare di Lompo Lebongnge, Dusun I Lagading.

 

Lahan tersebut merupakan sawah tadah hujan yang membutuhkan sumber air alternatif ketika curah hujan tidak mencukupi.

 

Untuk menjaga kebutuhan air tanaman, Muslimin memanfaatkan embung yang dipadukan dengan pompa air berukuran 3 inch.

 

Upaya tersebut membuat tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air hingga memasuki masa panen.

 

Hasilnya, sebanyak 93 karung gabah berhasil dipanen dengan total produksi mencapai 11,346 ton. Jika dihitung berdasarkan luas lahan, produktivitasnya sekitar 7,78 ton gabah per hektare.

 

Muslimin merupakan anggota Kelompok Tani Lagading I. Hasil panen tersebut juga memberikan nilai ekonomi yang cukup besar.

 

Dengan harga gabah Rp7.700 per kilogram, total nilai produksi mencapai Rp87.364.200.

 

Capaian tersebut menunjukkan sawah tadah hujan tetap memiliki peluang produktif pada musim kemarau ketika sumber air dikelola dengan baik.

 

Embung berfungsi sebagai sumber tampungan air, sementara pompa membantu menyalurkan air ke lahan pertanian.

 

Bagi petani di Lagading, pemanfaatan sumber air alternatif menjadi salah satu cara menjaga keberlanjutan produksi padi ketika hujan tidak lagi menjadi satu-satunya tumpuan.

 

Panen Muslimin sekaligus memperlihatkan bagaimana pemanfaatan teknologi pengairan sederhana dapat membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan menjaga produksi pangan, bahkan di tengah tantangan musim kemarau.

Baca Juga :  Unhas Siapkan Pembibitan Jagung hingga Ternak di Lahan Mario Kulo Sidrap
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Didampingi Langsung Bupati Syaharuddin, Kalosi Alau Jalani Penilaian Desa Berprestasi Nasional 2026

6 Oktober 2026 - 14:22 WITA

Yuk Datang ke Market Day At Tauhid Fest, Ada Lomba Mewarnai dan Aksi Pedagang Cilik

6 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Pesta Panen di Tonrongnge, Bupati Dorong Kebersamaan untuk Pertanian yang Lebih Sejahtera

5 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

5 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

4 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

4 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Trending di Daerah