Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Daerah · 8 Sep 2026 20:20 WITA

Kemarau Panjang Tak Hentikan Petani Lagading, Rp21 Miliar Lebih Berhasil Diraup


 Kemarau Panjang Tak Hentikan Petani Lagading, Rp21 Miliar Lebih Berhasil Diraup Perbesar

SIDRAP — Kemarau panjang dan tekanan El Niño tidak menghentikan petani di Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk tetap menanam dan memanen padi.

 

Dari 443,33 hektare sawah yang ditanami, sebanyak 387,33 hektare atau sekitar 87,37 persen berhasil dipanen. Produksi diperkirakan mencapai sekitar 2.839 ton gabah dengan nilai ekonomi sekitar Rp21,01 miliar hingga Rp21,86 miliar.

 

Hasil tersebut menjadi penopang ekonomi masyarakat, mulai dari memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga menjadi modal untuk musim tanam berikutnya.

 

Di sisi lain, sebanyak 56 hektare atau sekitar 12,63 persen lahan mengalami puso. Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan potensi kehilangan produksi senilai sekitar Rp3,04 miliar hingga Rp3,16 miliar.

 

Capaian panen tersebut menunjukkan peran penting ketersediaan air dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah kemarau. Embung dan sejumlah sumber air yang tersedia turut membantu mempertahankan tanaman di sebagian lahan.

 

Produktivitas padi di lapangan bahkan masih mampu mencapai sekitar 11,3 ton per hektare. Kondisi tersebut menjadi gambaran sekaligus peluang pengembangan pertanian di Lagading.

 

Dengan penguatan infrastruktur dan sumber air melalui embung, bendung, jaringan irigasi, serta pompanisasi, lahan yang mengalami puso diharapkan dapat kembali produktif pada musim tanam berikutnya.

 

Kemarau memang menjadi tantangan bagi petani. Namun, capaian panen di Lagading menunjukkan produksi pangan tetap dapat dipertahankan ketika petani didukung dengan ketersediaan air yang memadai.

 

Penguatan sumber daya air menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas sawah sekaligus mempertahankan perputaran ekonomi masyarakat dari sektor pertanian.

Baca Juga :  ACARITA KI, Ruang bagi Lansia Sidrap untuk Tetap Sehat, Aktif, dan Bahagia
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Didampingi Langsung Bupati Syaharuddin, Kalosi Alau Jalani Penilaian Desa Berprestasi Nasional 2026

6 Oktober 2026 - 14:22 WITA

Yuk Datang ke Market Day At Tauhid Fest, Ada Lomba Mewarnai dan Aksi Pedagang Cilik

6 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Pesta Panen di Tonrongnge, Bupati Dorong Kebersamaan untuk Pertanian yang Lebih Sejahtera

5 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

5 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

4 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

4 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Trending di Daerah