Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Daerah · 7 Sep 2026 06:13 WITA

Memulihkan Marwah Sidenreng Rappang : Menjemput Janji Tuhan di Tengah Stigma Digital


 Memulihkan Marwah Sidenreng Rappang : Menjemput Janji Tuhan di Tengah Stigma Digital Perbesar

Idenesianews.Com, Opini – Media sosial sering kali menjadi hakim yang kejam. Hanya karena ulah segelintir oknum, sebuah wilayah dengan sejarah panjang dan budaya yang luhur bisa langsung diberi label negatif. Hal inilah yang kini dihadapi oleh Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Belakangan ini, jagat maya kerap riuh dengan cap “daerah Passobis” atau sarang penipu online yang dialamatkan kepada Sidrap. Corak generalisasi yang tidak adil ini seolah menutup mata dunia luar dari fakta bahwa mayoritas mutlak masyarakat Sidrap adalah manusia-manusia tangguh, religius, dan pekerja keras.

Menghadapi hantaman stigma digital ini, komitmen Bupati Sidenreng Rappang untuk tetap konsisten melakukan perbaikan masyarakat menjadi sebuah ujian kepemimpinan yang monumental. Langkah membenahi daerah di tengah sinisme publik bukanlah perkara mudah. Namun, bagi seorang pemimpin yang meletakkan dasar spiritual pada setiap kebijakannya, tantangan ini sebenarnya telah dijawab oleh Al-Qur’an berabad-abad lalu dalam Surah Al-Anfal ayat 70:

إِن یَعۡلَمِ ٱللَّهُ فِی قُلُوبِكُمۡ خَیۡرࣰا یُؤۡتِكُمۡ خَیۡرࣰا مِّمَّاۤ أُخِذَ مِنكُمۡ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورࣱ رَّحِیمࣱ

“Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

FONDASI NIAT DAN UJIAN STIGMA

Ayat di atas meletakkan syarat pertama pada kalimat “In ya’lamillahu fi qulubikum khaira”—jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu. Dalam konteks tata kelola pemerintahan, ini adalah pesan tentang integritas dan ketulusan niat.

Ketika netizen sibuk menghakimi dan mereduksi nama besar Sidrap hanya berdasarkan algoritma negatif, fokus Bupati Sidrap tidak boleh goyah dari niat tulus untuk membenahi daerah.

Baca Juga :  Tujuh Putra-Putri Sidrap Tampil di MTQ KORPRI Nasional 2026, Wakili Sulsel dan Kemenag RI

Penilaian manusia, terutama di ruang digital yang anonim, sering kali bias dan emosional. Namun, kebaikan yang tertanam di dalam hati seorang pemimpin dan diejawantahkan dalam kebijakan publik yang nyata tidak akan pernah luput dari pandangan Tuhan.

Komitmen Bupati untuk terus bergerak melakukan perbaikan sosial, mengedukasi masyarakat, dan memutus rantai sobis adalah bentuk manifestasi dari niat baik yang sedang dinilai langsung oleh Sang Pencipta.

MENJEMPUT JANJI PEMULIHAN

Janji kelanjutan dari ayat tersebut sangat benderang: Allah akan mengganti apa yang hilang dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Akibat ulah segelintir pelaku kejahatan siber, Sidrap kehilangan sesuatu yang sangat berharga: marwah dan nama baiknya. Stigma passobis telah melukai harga diri kolektif masyarakat yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan dan pusat wirausaha di Sulawesi Selatan.

Namun, komitmen tegas Bupati untuk menghapuskan fenomena sobis dari akar rumput adalah ikhtiar nyata untuk menjemput janji pemulihan tersebut.

Kebijakan yang berfokus pada pembukaan lapangan kerja baru, literasi digital yang sehat, serta penguatan benteng moral keagamaan bagi generasi muda adalah senjata utama.

Pembersihan ini memang membutuhkan waktu dan energi, tetapi ketika proses ini didasari atas komitmen kebaikan, maka transformasi Sidrap menjadi kabupaten yang bersih dan bermartabat bukanlah hal yang mustahil.

Nama baik yang sempat cedera akan diganti oleh Tuhan dengan reputasi baru yang jauh lebih kuat dan dihormati.

MENGEMBALIKAN JATI DIRI PEKERJA KERAS

Masyarakat Sidenreng Rappang sejatinya mewarisi genetika pekerja keras. Tanah Sidrap adalah saksi bisu bagaimana para petani bertarung dengan peluh untuk menghidupi ketahanan pangan, dan bagaimana para pedagangnya merantau dengan memegang teguh prinsip kejujuran.

Fenomena sobis hanyalah riak kecil dari segelintir orang yang tersesat di persimpangan modernisasi digital. Mereka tidak boleh dibiarkan mendefinisikan siapa manusia Sidrap sebenarnya.

Baca Juga :  Kemah Merah Putih TP PKK Sidrap Jadi Ruang Silaturahmi dan Unjuk Kreativitas

Perjuangan Bupati Sidrap hari ini adalah sebuah jalan dakwah struktural. Ini bukan sekadar tentang penegakan hukum, melainkan upaya menyelamatkan masa depan generasi.

Dengan mendorong masyarakat kembali pada khittah sebagai pekerja keras yang mencari nafkah secara halal (halalan thayyiban), pemerintah daerah sedang membangun fondasi keberkahan.

Melalui lensa Surah Al-Anfal ayat 70, kita diajak melihat bahwa di balik setiap ujian stigma, selalu ada peluang ampunan (maghfirah) dan perbaikan yang berujung pada kasih sayang Tuhan (rahmah).

Kepada Bapak Bupati, riuh rendah suara sumbang di media sosial biarlah menjadi angin lalu yang membakar semangat perubahan. Teruslah konsisten menanam kebaikan dan melakukan perbaikan bagi masyarakat Sidrap secara umum.

Sebab pada akhirnya, bukan riuh tepuk tangan netizen yang menentukan keberhasilan sebuah peradaban, melainkan ketulusan kerja nyata yang diridai oleh Allah SWT.

Sidenreng Rappang pasti bisa bangkit, melepaskan belenggu stigma, dan kembali tegak sebagai tanah para pekerja keras yang diberkahi.

Penulis : Abdul Malik Tibe (Dosen IAI DDI Sidenreng Rappang)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Didampingi Langsung Bupati Syaharuddin, Kalosi Alau Jalani Penilaian Desa Berprestasi Nasional 2026

6 Oktober 2026 - 14:22 WITA

Yuk Datang ke Market Day At Tauhid Fest, Ada Lomba Mewarnai dan Aksi Pedagang Cilik

6 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Pesta Panen di Tonrongnge, Bupati Dorong Kebersamaan untuk Pertanian yang Lebih Sejahtera

5 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

5 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

4 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

4 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Trending di Daerah