Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Daerah · 8 Sep 2026 08:59 WITA

Sidrap Jaga Ketahanan Pangan, Panen Padaloang Alau Tembus 11,6 Ton Gabah per Hektare


 Sidrap Jaga Ketahanan Pangan, Panen Padaloang Alau Tembus 11,6 Ton Gabah per Hektare Perbesar

SIDRAP — Di tengah tantangan kemarau panjang akibat fenomena El Nino, petani di Desa Padaloang Alau, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tetap mampu mencatat hasil panen padi yang menggembirakan.

 

Kondisi itu tergambar saat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama petani melakukan panen padi di lahan milik Madi, salah seorang petani Desa Padaloang Alau, Senin (7/9/2026).

 

Panen tersebut menjadi bukti produktivitas sektor pertanian Sidrap tetap terjaga di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.

 

Kehadiran Bupati disambut antusias oleh petani dan masyarakat setempat. Turut hadir Anggota DPRD Sidrap Kartini Bekka, Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, perwakilan BPS, jajaran Dinas TPHPKP Sidrap, Camat Duapitue, Kepala Desa Padaloang Alau, penyuluh pertanian, serta unsur Forkopimcam.

 

Syaharuddin Alrif memimpin panen menggunakan combine harvester, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para petani.

 

“Alhamdulillah hari ini kita panen padi di Padaloang Alau. Hasilnya bagus, melimpah. Ini bukti kerja keras para petani kita dan dukungan pemerintah melalui pendampingan serta sarana pertanian,” ujar Syaharuddin.

 

Ia menyampaikan, capaian pertanian Sidrap di tengah kemarau menjadi perhatian hingga tingkat nasional. Menurutnya, saat rapat bersama kepala daerah seluruh Indonesia, Menteri Dalam Negeri menyampaikan Sidrap sebagai salah satu daerah yang dapat menjadi contoh dalam menjaga produktivitas pertanian.

 

“Di tengah kemarau El Nino, kita tidak hanya menjadi contoh di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi contoh di Indonesia. Walaupun kemarau, kita tetap bisa panen raya,” ungkapnya.

 

Pada panen tersebut, produktivitas padi di lahan Padaloang Alau mencapai sekitar 11,6 ton gabah per hektare. Dengan asumsi harga gabah Rp7.800 per kilogram, satu hektare sawah mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp90 juta.

Baca Juga :  Semarak Kemerdekaan, Bunda PAUD Sidrap Lepas Karnaval Anak se-Kecamatan Pitu Riawa di Desa Dongi

 

Syaharuddin menyebut, Desa Padaloang Alau memiliki luas areal persawahan sekitar 591 hektare. Jika rata-rata produktivitas tersebut dapat dipertahankan, nilai ekonomi satu kali musim panen di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp53,4 miliar.

 

“Kalau dua kali panen dalam setahun, potensinya bisa mencapai lebih dari Rp106 miliar. Ini menjadi potensi besar bagi kesejahteraan petani,” katanya.

 

Ia menambahkan, Kecamatan Duapitue memiliki total lahan sawah sekitar 5.768 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Tanru Tedong, Salobukkang, dan Salomallori. Dengan produktivitas rata-rata yang sama, potensi ekonomi pertanian Kecamatan Duapitue dalam satu kali panen diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 miliar.

 

“Kalau dua kali panen, potensi perputaran ekonomi pertanian Duapitue bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun,” jelasnya.

 

Bupati juga mengajak petani untuk mensyukuri hasil panen dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat pertanian. Hal tersebut akan disampaikan kembali dalam kegiatan Mappadendang bersama tokoh agama dan Baznas Sidrap.

 

Selain menjaga produksi, Pemkab Sidrap juga menyiapkan penguatan pertanian modern di Kecamatan Duapitue. Program tersebut mencakup penggunaan metode tanam modern, bantuan benih, peningkatan pemupukan, serta penguatan sarana irigasi.

 

Untuk pertanian modern, petani yang mendaftar akan mendapatkan bantuan benih sebanyak 70 kilogram per hektare. Saat ini, sebanyak 15 kelompok tani di Padaloang Alau telah mulai mengikuti program tersebut.

 

“Model tanamnya nanti lebih padat dan lebih rapat, ditambah penggunaan pupuk organik minimal satu ton per hektare. Tujuannya agar hasil produksi meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.

 

Syaharuddin juga meminta kelompok tani mengusulkan perbaikan jaringan irigasi tersier agar secara bertahap dapat dibangun dengan konstruksi beton. Menurutnya, penguatan infrastruktur pertanian menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang.

Baca Juga :  Travel Advisors Smooth the Way for Post-Pandemic Getaways

 

Sementara itu, Anggota DPRD Sidrap Kartini Bekka menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus hadir mendukung masyarakat, khususnya petani.

 

“Terima kasih kepada Bapak Bupati bersama jajaran pemerintah yang selalu menyempatkan hadir di tengah masyarakat. Mudah-mudahan kerja sama pemerintah dan masyarakat terus berjalan sehingga Sidrap semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Didampingi Langsung Bupati Syaharuddin, Kalosi Alau Jalani Penilaian Desa Berprestasi Nasional 2026

6 Oktober 2026 - 14:22 WITA

Yuk Datang ke Market Day At Tauhid Fest, Ada Lomba Mewarnai dan Aksi Pedagang Cilik

6 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Pesta Panen di Tonrongnge, Bupati Dorong Kebersamaan untuk Pertanian yang Lebih Sejahtera

5 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

5 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

4 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

4 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Trending di Daerah