Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Daerah · 28 Agu 2026 18:42 WITA

Tanpa Latar Belakang Kuliner, Halim Bangun Usaha Kapurung yang Buka Lapangan Kerja di Sidrap


 Tanpa Latar Belakang Kuliner, Halim Bangun Usaha Kapurung yang Buka Lapangan Kerja di Sidrap Perbesar

SIDRAP — Membuka warung tanpa pengalaman di bidang kuliner tidak menyurutkan langkah Halim untuk melangkah. Berbekal kemauan belajar dan keinginan membangun kehidupan yang lebih dekat dengan keluarga, ia kini berhasil mengembangkan Kapurung Al Fazza, usaha kuliner khas Nusantara yang tidak hanya memperkenalkan makanan khas Palopo di Sidrap, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Halim sebelumnya bekerja sebagai karyawan ekspedisi lintas negara yang membuatnya harus berjauhan dengan keluarga. Kesempatan pulang yang hanya sekali dalam setahun menjadi alasan kuat baginya untuk mengambil keputusan memulai usaha sendiri.

Pada akhir 2019, dengan modal terbatas dan tanpa bekal ilmu memasak maupun bisnis, Halim memberanikan diri membuka usaha kuliner. Pilihannya jatuh pada kapurung, makanan khas Palopo yang menurutnya memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

“Saya memulai usaha ini karena ingin lebih dekat dengan keluarga. Saat itu saya belum punya dasar memasak dan belum memahami bisnis, sehingga banyak belajar dari proses perjalanan usaha ini,” ujar Halim, Jumat (28/8/2026).

Keputusan memilih kapurung juga berangkat dari kepeduliannya terhadap pola hidup sehat masyarakat. Melihat tingginya kasus diabetes melitus di Sidrap, Halim menilai kapurung dapat menjadi alternatif makanan sehat karena berbahan dasar sagu serta kaya kandungan vitamin dan mineral.

Selain itu, ia ingin mengenalkan kuliner khas Nusantara sekaligus menghadirkan pilihan makanan yang dapat menjadi pengganti nasi bagi masyarakat yang ingin mengatur pola makan.

Namun, memperkenalkan makanan khas Palopo kepada masyarakat Sidrap menjadi tantangan tersendiri. Kapurung bukan merupakan makanan utama masyarakat setempat sehingga Halim perlu memahami selera konsumen agar produknya dapat diterima.

Melalui berbagai riset dan penyesuaian cita rasa, lahirlah inovasi Kapurung Al Fazza dengan menu khas kapurung kuah kuning yang menjadi salah satu pembeda dari produk sejenis.

Baca Juga :  Sinergi dengan Kementerian Perindustrian, Sidrap Perkuat Pengolahan Kopi Berbasis Teknologi

“Kami mempelajari selera masyarakat Sidrap hingga akhirnya menghadirkan kapurung kuah kuning pertama di Sidrap dengan rasa yang tetap autentik,” katanya.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Halim juga terus memperbaiki kemampuan bisnisnya. Ia memperluas jaringan dengan bergabung dalam komunitas pengusaha, salah satunya Tangan Di Atas (TDA) Sidrap, sebagai ruang belajar dan bertukar pengalaman bersama pelaku usaha lainnya.

Kini, Kapurung Al Fazza yang beralamat di Jalan Wolter Monginsidi, depan RSUD Nene Mallomo Pangkajene Sidrap, telah berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat ekonomi. Usaha tersebut mempekerjakan 10 tenaga kerja, terdiri atas delapan warga Sidrap, satu orang dari Pinrang, dan satu orang dari Pangkep.

Bagi Halim, keberhasilan usaha bukan hanya tentang pendapatan, tetapi juga bagaimana usaha tersebut dapat memberi ruang bagi orang lain untuk berkembang. Sebagian besar pekerjanya merupakan ibu-ibu dan perempuan dengan latar belakang berbeda yang ikut mendapatkan manfaat dari keberadaan usaha tersebut.

“Alhamdulillah, usaha ini bisa membantu perekonomian keluarga sekaligus membuka kesempatan bagi orang-orang yang membersamai Kapurung Al Fazza,” tuturnya.

Dalam proses produksi, Halim juga berupaya melibatkan pelaku ekonomi lokal. Bahan baku kuliner sebagian besar berasal dari petani dan peternak lokal Sidrap yang telah memiliki sertifikat halal. Sementara bahan utama kapurung berupa sagu masih didatangkan langsung dari Palopo karena belum tersedia di Sidrap.

Ke depan, Halim menargetkan Kapurung Al Fazza dapat berkembang lebih besar dengan sistem usaha yang semakin tertata, sehingga mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia berharap perkembangan UMKM di Sidrap terus mendapat dukungan melalui kolaborasi antara sesama pelaku usaha dan pemerintah daerah.

“Kepada anak muda Sidrap, jangan takut bermimpi dan punya cita-cita besar. Yang penting jangan berhenti belajar, karena apa yang kita pelajari hari ini adalah wujud masa depan,” pesannya.

Baca Juga :  Bupati Syaharuddin Tanggapi Fraksi DPRD, Pertanian hingga Infrastruktur Jadi Perhatian

Bagi Halim, perjalanan membangun usaha menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dan kemauan belajar dapat membuka jalan baru.

“Berbisnis atau berniaga adalah sunnah Rasul, tetapi bukan tujuan hidup kita. Itu adalah jalan untuk mengubah hidup kita, sedangkan tujuan hidup kita adalah menggapai rida Allah,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Didampingi Langsung Bupati Syaharuddin, Kalosi Alau Jalani Penilaian Desa Berprestasi Nasional 2026

6 Oktober 2026 - 14:22 WITA

Yuk Datang ke Market Day At Tauhid Fest, Ada Lomba Mewarnai dan Aksi Pedagang Cilik

6 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Pesta Panen di Tonrongnge, Bupati Dorong Kebersamaan untuk Pertanian yang Lebih Sejahtera

5 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

5 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Dari Musda IPM Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif Serukan Perluasan Peran

4 Oktober 2026 - 20:16 WITA

Sumur Bor Hadir, Sawah Tadah Hujan di Bapangi Tetap Produktif

4 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Trending di Daerah